Wednesday, December 01, 2004

Teknologi Informasi untuk Pendidikan

Jakarta, Kompas - Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan perlu strategi komprehensif terlebih dahulu. Terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh agar tidak terjadi pemborosan dana hanya untuk pemenuhan kebutuhan perangkat keras saja.

Demikian jumpa pers, Senin (29/11), terkait dengan penyelenggaraan Konferensi Kebijakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) untuk Pendidikan bagi Pembangunan Ekonomi Berbasis Pengetahuan.

Konferensi internasional tersebut akan diadakan Selasa, 30 September, di Jakarta. Acara antara lain dihadiri pakar ICT dari Bank Dunia, Dr Mae Chu Chang, Presiden Korean Education Research and Information Services Dae-Joon Hwang dan, Divisional Manager International Communication and Technology in Schools Division Departement of Education and Skills Inggris Doug Brown. Juga hadir pakar ICT nasional, Onno W Purbo, pakar ICT internasional dari Cisco Learning Institute Amerika, David Alexander, unsur Departemen Pendidikan Nasional, serta Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Dalam jumpa pers, David Alexander mengungkapkan, agar berhasil mengembangkan ICT di dunia pendidikan, ada tahapan yang harus dilalui. Pertama, harus ada kebijakan sebagai payung yang antara lain mencakup sistem pembiayaan dan arah pengembangan.

Kedua, pengembangan isi atau materi, misalnya kurikulum harus berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dengan demikian, nantinya yang dikembangkan tak sebatas operasional atau latihan penggunaan komputer.

Ketiga, persiapan tenaga pengajar, dan terakhir, penyediaan perangkat kerasnya.

Namun, Dr Mae Chu Chang, pakar ICT dari Bank Dunia, mengungkapkan, kebanyakan negara lain langsung memulai ke tahap penyediaan perangkat keras yang hanya berakibat pada pemborosan alat saja dan itu harus dibayar mahal seperti kegagalan di sejumlah negara. Ia berharap Indonesia mau belajar dari pengalaman tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Departemen Pendidikan Nasional Fasli Djalal menambahkan, pihaknya berharap dari seminar tersebut akan didapatkan banyak masukan dan praktik- praktik terbaik yang pernah dijalankan sejumlah negara. (INE)

Sumber : http://www.depdiknas.go.id

No comments: